Bogor – Di balik sebuah dokumen bernama Surat Keputusan (SK), tersimpan arah, kendali, dan masa depan organisasi. Itulah yang tergambar dalam momen pengambilan SK kepengurusan DPC BPPKB Banten Kota Bogor periode 2026–2031.
Ketua DPAC Tanah Sareal, Farhan, S.H., hadir langsung mendampingi Ketua DPC Kota Bogor, Abah Ikoy, dalam proses pengambilan SK dari Ketua DPD BPPKB Banten Jawa Barat, H. Munin Niin Kisin, S.E.
Namun peristiwa ini bukan sekadar agenda formalitas. Ini adalah tanda bahwa mesin organisasi mulai dipanaskan—siap bergerak lebih terarah, lebih terukur, dan lebih terasa dampaknya di tengah masyarakat.
Dalam dinamika organisasi, SK bukan hanya lembaran legalitas. Ia adalah “kunci starter” yang menentukan apakah sebuah kepengurusan akan berjalan di tempat, atau justru melaju dengan arah yang jelas.
Farhan, S.H. menegaskan bahwa fase ke depan bukan lagi soal pembentukan, melainkan pembuktian.
“Organisasi tidak dinilai dari nama besar, tapi dari kerja nyata. SK ini adalah titik awal untuk bergerak, bukan untuk berdiam,” tegasnya.
Di bawah komando Abah Ikoy, DPC Kota Bogor diharapkan tampil lebih progresif—tidak hanya solid secara internal, tetapi juga hadir sebagai kekuatan sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Konsolidasi yang dilakukan bukan sekadar menyusun barisan, tetapi juga menyamakan visi, memperkuat loyalitas, dan memastikan setiap kader berjalan dalam satu arah perjuangan.
Periode 2026–2031 menjadi babak baru. Babak di mana organisasi diuji bukan hanya dari struktur, tetapi dari kontribusi nyata.
Dengan terbitnya SK ini, pesan yang ingin ditegaskan sederhana namun kuat:
BPPKB Banten Kota Bogor tidak hanya eksis—tetapi siap memberi arti.
Sumber: Zoel
Jurnalis: Romo Kefas











Leave a Reply