Jelang Kongres VII, PIKI Perkuat Konsolidasi dan Perluas Jejaring Nasional
Jakarta – Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran strategis organisasi menjelang pelaksanaan Kongres VII. Sejumlah capaian organisasi dalam lima tahun terakhir menjadi fondasi penting dalam memperluas kontribusi di tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (28/4/2026), yang dihadiri oleh jajaran pengurus pusat serta unsur pembina organisasi.
Ketua Umum DPP PIKI, Badikenita Putri Sitepu, menilai bahwa periode terakhir menjadi fase penting dalam membangun relasi lintas sektor, termasuk kolaborasi dengan komunitas intelektual dari berbagai latar belakang.
Menurutnya, penguatan jejaring lintas agama dan disiplin ilmu menjadi salah satu fokus utama organisasi, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan ruang dialog kebangsaan yang inklusif.
“PIKI berupaya hadir sebagai wadah intelektual yang terbuka dan mampu menjembatani berbagai perspektif dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Selain penguatan eksternal, PIKI juga melakukan pembenahan internal melalui penataan struktur organisasi dan penyempurnaan perangkat regulasi organisasi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan serta efektivitas kerja organisasi di berbagai daerah.
Sekretaris Jenderal PIKI, Audy Wuisang, menyampaikan bahwa perkembangan struktur organisasi menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, PIKI telah memiliki puluhan kepengurusan daerah yang aktif, dengan jangkauan yang terus diperluas.
“Konsolidasi organisasi terus berjalan, termasuk penguatan peran daerah agar lebih adaptif terhadap dinamika lokal,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kongres VII, Benyamin Patondok, memastikan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan kongres telah memasuki tahap akhir. Ia menyebut, forum tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan ke depan.
“Kongres ini akan menjadi ruang evaluasi sekaligus perumusan langkah strategis PIKI dalam merespons tantangan masa depan,” ungkapnya.
Kongres VII PIKI dijadwalkan berlangsung pada 30 April hingga 2 Mei 2026, diawali dengan kegiatan kajian strategis yang menghadirkan berbagai pemikir dan akademisi.
Dengan mengusung tema “Menyongsong Masa Depan yang Kokoh”, PIKI diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai organisasi intelektual yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan nasional berbasis nilai, pengetahuan, dan kolaborasi.
Sumber: Yusuf Mujiono
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi











Leave a Reply