Kartini Masa Kini: PUSPITA Satukan Perempuan Inspiratif di Jantung Ibu Kota
Jakarta, 26 April 2026 — Semangat R.A. Kartini tak lagi sekadar dikenang sebagai sejarah, tetapi terus dihidupkan dalam langkah nyata perempuan Indonesia hari ini. Di tengah geliat perubahan zaman, komunitas PUSPITA hadir membawa energi baru: perempuan berkumpul, saling menguatkan, dan bergerak bersama untuk masa depan yang lebih setara.
Peringatan Hari Kartini yang digelar PUSPITA berlangsung di Thamrin Nine lantai 28, Jakarta, dalam suasana yang hidup—perpaduan antara nilai budaya dan semangat modernitas. Balutan kebaya yang dikenakan para peserta bukan hanya simbol tradisi, tetapi juga pernyataan identitas perempuan Indonesia yang anggun sekaligus tangguh.
Komunitas ini dikenal sebagai pendukung dan penggemar Selvi Ananda, sosok yang dinilai mampu merepresentasikan perempuan masa kini—aktif, cerdas, dan berdaya. Sebagai istri Wakil Presiden Indonesia periode 2024–2029, Gibran Rakabuming Raka, Selvi menjadi figur inspiratif dalam mendorong perempuan untuk tetap berkontribusi di berbagai bidang, tanpa meninggalkan nilai keluarga.
Ketua Umum PUSPITA, Ade Rukmini Triastuti, menegaskan bahwa momentum Kartini harus dimaknai sebagai gerakan berkelanjutan, bukan sekadar perayaan tahunan. “Ini adalah ruang untuk menyatukan semangat, memperluas jejaring, dan membangun perempuan yang lebih percaya diri dalam mengambil peran,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Atik Mutiara melihat kegiatan ini sebagai titik temu strategis antara anggota lama dan wajah-wajah baru PUSPITA. Ia menyebut, kekuatan komunitas terletak pada kekompakan dan keberanian anggotanya untuk terus berkembang.
Peran aktif juga ditunjukkan oleh Anin Amasia yang mendorong setiap anggota untuk tidak hanya hadir, tetapi juga bertumbuh. Baginya, PUSPITA bukan sekadar komunitas, melainkan ruang transformasi bagi perempuan untuk menemukan potensi terbaiknya.
Dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dan pendidikan anak, PUSPITA perlahan menegaskan diri sebagai gerakan sosial yang relevan di era sekarang. Semangat Kartini pun tidak lagi berhenti pada kata-kata, tetapi menjelma menjadi aksi nyata—dari perempuan, oleh perempuan, dan untuk Indonesia.
(Sumber: Aknex | Jurnalis: Romo Kefas)
