Jurnal Patriot News

Dari Rakyat, Untuk Indonesia

Bongkar atau Tutup Mata? Kasus Rokok Ilegal Sampang Jadi Ujian Nyali Penegak Hukum

Spread the love

PAMEKASAN — Kasus rokok tanpa pita cukai yang terungkap dari kecelakaan mobil box di Sampang kini memasuki fase krusial. Setelah dilimpahkan ke Bea Cukai Madura, perhatian publik justru menguat: akankah kasus ini dibongkar hingga ke akar, atau kembali berakhir tanpa menyentuh pelaku utama?

Temuan rokok ilegal dalam jumlah besar pada 14 April 2026 di wilayah Beruh, Kecamatan Sampang, seharusnya menjadi pintu masuk membongkar jaringan produksi dan distribusi. Namun pengalaman publik selama ini menunjukkan pola yang berulang—barang disita, perkara meredup, pelaku utama tak tersentuh.

Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI) menilai, momen ini adalah titik uji keberanian aparat dalam menegakkan hukum secara utuh.

Ketua Umum GASI, Achmad Rifa’i, secara terbuka mempertanyakan arah penanganan kasus tersebut.

“Jangan sampai ini hanya jadi rutinitas: ada temuan, ada penyitaan, lalu selesai. Publik tidak butuh seremoni penindakan, publik butuh kejelasan—siapa pelakunya,” tegasnya.

Di tengah proses yang berjalan, informasi dari masyarakat mulai mengalir. Nama-nama lokasi hingga merek tertentu seperti Dallil Bold, Just Full, dan Just Mild ikut mencuat dalam perbincangan.

Namun GASI mengingatkan, informasi tersebut belum memiliki dasar hukum dan wajib diverifikasi secara ketat oleh aparat.

“Informasi masyarakat itu penting, tapi tidak boleh jadi vonis. Justru di situlah peran aparat—menguji, menelusuri, dan membuktikan,” ujar Rifa’i.

Yang menjadi sorotan, kata dia, bukan sekadar keberadaan rokok ilegal, melainkan siapa yang berada di balik produksinya. Sebab tanpa menyentuh hulu, penindakan hanya akan menjadi siklus tanpa akhir.

“Kalau hanya barangnya yang ditindak, itu tidak menyelesaikan masalah. Besok akan muncul lagi, dengan pola yang sama. Ini soal keberanian memutus rantai,” katanya.

GASI menegaskan, publik kini tidak lagi melihat seberapa banyak barang yang disita, tetapi sejauh mana aparat berani membuka struktur di balik praktik ilegal tersebut—mulai dari produsen, pemilik merek, hingga jalur distribusi.

Dalam waktu dekat, GASI menyatakan akan mengambil langkah lanjutan untuk memastikan transparansi penanganan kasus, termasuk meminta penjelasan resmi kepada pihak terkait.

Kasus ini kini menjadi cermin yang sulit dihindari: apakah hukum benar-benar bekerja tanpa kompromi, atau hanya berhenti di permukaan.

Satu hal yang pasti, publik sedang mengawasi—dan menunggu jawaban.


Sumber: SH
Jurnalis: Tim Cyber

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *