Lebaran Bekasi II: Dari Panggung Rakyat ke Arah Baru Kepemimpinan BKMKB
Kota Bekasi — Lebaran Bekasi II bukan sekadar perayaan tahunan. Di tengah ribuan warga yang memadati Plaza Patriot Chandrabaga, Minggu (26/4/2026), terselip pesan yang lebih dalam: tentang arah kebersamaan dan peran masyarakat dalam membangun kota.
Acara ini menghadirkan wajah Bekasi yang sesungguhnya—ramai, beragam, dan penuh energi. Warga dari berbagai wilayah datang tanpa sekat, menikmati suasana yang memadukan hiburan, budaya, dan silaturahmi pasca-Idulfitri.
Pertunjukan palang pintu khas Betawi menjadi simbol pembuka yang sarat makna. Tradisi tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga mengingatkan bahwa identitas lokal tetap menjadi fondasi di tengah perkembangan kota.
Di tengah suasana itu, kehadiran Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe, menjadi bagian dari interaksi langsung antara pemimpin dan masyarakat.
Namun lebih dari itu, perhatian publik tertuju pada satu momentum penting—pelantikan Tri Adhianto sebagai Ketua Umum Badan Kekeluargaan Masyarakat Kota Bekasi (BKMKB).
Pelantikan ini tidak berlangsung dalam ruang formal yang tertutup, melainkan di tengah masyarakat yang menjadi inti dari organisasi tersebut. Hal ini memberi pesan kuat bahwa kepemimpinan yang diemban bukan hanya administratif, tetapi juga sosial dan kultural.
Dalam sambutannya, Tri menegaskan pentingnya menjaga persatuan sebagai kekuatan utama kota.
“Kebersamaan ini harus terus kita rawat. Dari sinilah kita membangun Bekasi yang lebih baik,” ujarnya.
Lebaran Bekasi II pun menjadi cerminan bahwa pembangunan kota tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana hubungan antarwarga terus dijaga dan diperkuat.
Di sisi lain, partisipasi 12 kecamatan melalui stand kuliner menunjukkan bahwa budaya lokal masih menjadi daya tarik sekaligus perekat sosial.
Pada akhirnya, perayaan ini meninggalkan satu kesan kuat: bahwa di tengah hiruk-pikuk kota, kebersamaan tetap menjadi fondasi yang tidak tergantikan.
Dan dari panggung rakyat inilah, arah baru kepemimpinan BKMKB mulai dibangun—berangkat dari masyarakat, untuk masyarakat.
Romo Kefas
Editor Tim Redaksi
