Jelang Wukuf, Tri Adhianto Bagikan Potret Kehidupan Jemaah di Tenda Mina
Mina — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto membagikan suasana kehidupan para jemaah haji di Mina menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah melalui unggahan video di akun media sosial pribadinya.
Dalam video tersebut, Tri Adhianto tampak berada di tengah para jemaah laki-laki di dalam tenda sederhana yang menjadi tempat beristirahat sementara selama rangkaian ibadah haji berlangsung.
Suasana kebersamaan dan kesederhanaan terlihat begitu terasa di tengah padatnya aktivitas para jemaah yang tengah mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.
Meski berstatus sebagai kepala daerah, Tri Adhianto tampak menjalani seluruh proses ibadah layaknya jemaah lainnya tanpa perlakuan istimewa.
Ia terlihat beristirahat bersama para jemaah satu kloter dan mengikuti seluruh aktivitas di dalam tenda dengan penuh kebersamaan.
Dalam keterangannya, Tri Adhianto juga menyebut dirinya terpisah tenda dengan sang istri, Wiwiek Hargono, karena penempatan jemaah laki-laki dan perempuan dilakukan secara terpisah sesuai ketentuan.
“Kami semua menjalani proses yang sama di sini. Tidur bersama, berkumpul bersama, dan saling menjaga,” ungkap Tri Adhianto dalam unggahan tersebut.
Video yang dibagikan itu memperlihatkan kondisi tenda yang sederhana namun dipenuhi suasana hangat antarjemaah.
Momen tersebut menjadi gambaran bahwa ibadah haji tidak mengenal perbedaan jabatan maupun status sosial.
Seluruh jemaah hidup dalam kesederhanaan yang sama, menghadapi cuaca panas Mina, serta menjalani proses ibadah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Suasana di Mina juga memperlihatkan kuatnya nilai persaudaraan dan kebersamaan antarumat Muslim dari berbagai daerah yang berkumpul dalam satu tujuan ibadah.
Tri Adhianto tampak menikmati setiap proses ibadah dengan penuh rasa syukur dan kekhusyukan bersama para jemaah lainnya.
Di balik tenda sederhana Mina, tersimpan pelajaran tentang kesetaraan, kesabaran, dan makna kebersamaan di hadapan Sang Pencipta.
Tanah Suci Mengajarkan Bahwa Semua Manusia Sama dalam Kesederhanaan dan Ibadah.
Jurnalis Romo Kefas



