CFD Bekasi Jadi Panggung Budaya, Ribuan Penari Kolosal Rayakan Hari Tari Sedunia
Kota Bekasi — Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Minggu (26/4/2026), berubah total. Bukan hanya olahraga, tapi jadi panggung budaya terbuka.
Apa yang terjadi?
Ribuan penari dari berbagai kalangan tampil dalam tari kolosal memperingati Hari Tari Sedunia. Gerakan serempak langsung menarik perhatian warga yang memadati kawasan CFD.
Siapa yang hadir?
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe turun langsung memberi dukungan.
Apa yang disampaikan?
Tri menegaskan, tari bukan sekadar hiburan.
“Tari adalah identitas, nilai, dan sejarah yang harus dijaga,” ujarnya.
Apa yang jadi sorotan?
Penampilan ronggeng nyentrik secara massal. Tarian khas Bekasi ini tampil kuat, dinamis, dan jadi pusat perhatian.
Apa langkah ke depan?
Pemkot Bekasi berencana membangun perpustakaan dan museum sebagai pusat pelestarian budaya.
Kenapa ini penting?
Karena budaya tidak hanya dipertontonkan—tapi harus diwariskan. Dan generasi muda jadi kunci utama.
CFD pagi itu akhirnya bukan sekadar rutinitas mingguan. Ia menjadi bukti bahwa budaya bisa hadir di ruang publik—hidup, dekat, dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Romo Kefas
Editor Tim Redaksi
