Semangat Hijrah Menggema di Bekasi, Pawai 1 Muharram Satukan Ribuan Warga dalam Nuansa Kebersamaan
Bekasi – Malam pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kota Bekasi berlangsung dengan suasana yang penuh makna. Bukan sekadar agenda tahunan, pawai yang digelar Pemerintah Kota Bekasi menjadi panggung kebersamaan yang memperlihatkan kuatnya ikatan sosial antara pemerintah dan masyarakat dalam merawat tradisi serta memperkuat nilai-nilai persatuan.
Sekitar 5.000 peserta yang tergabung dalam 67 kelompok memadati kawasan Plaza Pemerintah Kota Bekasi sejak sore hari sebelum memulai perjalanan menuju Alun-Alun M. Hasibuan. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas lokal yang tampil dengan ciri khas masing-masing.
Di balik kemeriahan iring-iringan pawai, tersimpan pesan moral yang menjadi ruh peringatan 1 Muharram. Setiap langkah yang diayunkan para peserta seolah mengajak masyarakat untuk memaknai hijrah sebagai proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe hadir menyapa langsung masyarakat dan menyaksikan antusiasme warga yang memenuhi sepanjang jalur pawai. Kehadiran keduanya menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menjaga tradisi yang telah menjadi bagian dari identitas Kota Bekasi.
Suasana semakin hidup ketika setiap kelompok yang mencapai garis akhir diberi kesempatan menyampaikan pantun bernuansa religi dan budaya. Kreativitas tersebut tidak hanya menghibur para penonton, tetapi juga menjadi media penyampaian pesan-pesan positif yang membangun optimisme dan semangat persaudaraan.
Beberapa rombongan turut membawa seserahan sebagai lambang rasa syukur dan harapan akan datangnya tahun yang lebih baik. Simbol-simbol sederhana itu menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya nilai kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Tri Adhianto menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam harus menjadi momentum introspeksi bagi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, semangat hijrah perlu diwujudkan melalui peningkatan kepedulian sosial, penguatan solidaritas, serta komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki Kota Bekasi.
Kondusifnya pelaksanaan kegiatan dengan ribuan peserta juga menjadi bukti bahwa masyarakat Kota Bekasi mampu menjaga ketertiban dan saling menghormati. Nilai toleransi yang tumbuh di tengah kehidupan sehari-hari tercermin dalam pelaksanaan pawai yang berlangsung aman, tertib, dan penuh kegembiraan.
Lebih dari sebuah perayaan, Pawai 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi cermin bahwa Kota Bekasi terus membangun karakter masyarakat yang religius sekaligus inklusif. Semangat hijrah yang diusung tidak berhenti pada seremoni, tetapi diharapkan menjadi energi baru untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian, dan bersama-sama mewujudkan kota yang semakin maju dan harmonis.
Jurnalis: Romo Kefas



