Jakarta — Expo Balai Kartini, Jakarta, dipenuhi semangat kebersamaan dan nuansa budaya dalam pembukaan Hari Ulang Tahun ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, Kamis (7/5/2026). Mengusung tema “Persit Bisa”, kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen Persit untuk terus tumbuh sebagai organisasi perempuan yang aktif, kreatif, dan berdaya dalam mendukung keluarga serta masyarakat.
Acara berlangsung meriah dengan dihadiri langsung oleh Ibu Wakil Presiden RI Selvi Gibran Rakabuming Raka bersama Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak dan Ketua Umum Dharma Pertiwi. Kehadiran para tamu undangan dari berbagai kalangan menambah hangat suasana peringatan delapan dekade perjalanan Persit Kartika Chandra Kirana.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengabdian prajurit TNI Angkatan Darat. Tayangan video perjalanan Persit yang ditampilkan dalam acara turut menggambarkan berbagai kiprah organisasi dalam bidang sosial, pendidikan, pemberdayaan keluarga, hingga kegiatan kemasyarakatan.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan penyanyi Joy Tobing yang membawakan lagu-lagu nasional dan lagu bertema “Persit Bisa”. Penampilan tersebut sukses membangun suasana penuh semangat dan kebanggaan bagi seluruh peserta yang hadir.
Prosesi simbolis pemukulan gong oleh Ibu Wakil Presiden RI menjadi penanda resmi dimulainya rangkaian kegiatan HUT ke-80 Persit KCK. Momen tersebut sekaligus mencerminkan semangat baru Persit untuk terus bergerak maju dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Tema budaya “Sulam Peniti” yang diangkat dalam kegiatan ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Melalui pertunjukan fashion show bertajuk “Simpulan Harmoni”, Persit Daerah XX/Tuanku Imam Bonjol memperlihatkan keindahan kain tradisional Nusantara dalam balutan desain yang elegan dan modern.
Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak menegaskan bahwa tema “Persit Bisa” bukan sekadar slogan, tetapi menjadi semangat bersama untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memperkuat peran perempuan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
“Persit harus mampu menjadi organisasi yang adaptif dan produktif. Kami ingin seluruh anggota terus belajar, berkarya, dan memberi manfaat di mana pun berada,” ungkapnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan booth UMKM Persit yang menampilkan beragam produk unggulan hasil karya anggota dari berbagai daerah. Pameran tersebut menjadi bukti nyata bahwa anggota Persit memiliki kreativitas dan kemampuan dalam mengembangkan produk lokal berkualitas.
Perayaan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus mempertegas peran Persit sebagai organisasi perempuan yang tangguh, peduli, dan terus berkarya bagi Indonesia.
Persit Bisa, Berkarya Tanpa Batas.
Romo Kefas



